SIPH

SIPH Surabaya Institute of Pediatric Pathology

Little Liver, Big ProblemsWebinar Neonatal and Pediatric Cholestasis
26/12/2025

Little Liver, Big Problems

Webinar Neonatal and Pediatric Cholestasis

Perkumpulan Gastroenterologi Hepatologi dan Nutrisi Anak Indonesia  menyelenggarakan Webinar Series - PGHNAI Menyapa 3 d...
15/12/2025

Perkumpulan Gastroenterologi Hepatologi dan Nutrisi Anak Indonesia menyelenggarakan

Webinar Series - PGHNAI Menyapa 3 dengan Tema *Neonatal and Pediatric Cholestasis : A practical approach for primary physician*

Yang akan dilaksanakan pada:
🗓️ Minggu, 21 Desember 2025
🕘 Pukul 09.00 WIB
🖥️ Daring Via Zoom

Pembicara :
1. Dr. dr. Bagus Setyoboedi, Sp.A, Subsp.GH(K)
2. dr. Ezy Barnita, Sp.A, Subsp.GH(K)
3. Dr. dr. Satrio Wibowo, Sp.A, Subsp.GH(K), Msi, Med

Moderator dan Etik :
dr. Budi Purnomo, Sp.A, Subsp.GH(K), FISQua

Segera daftar karena tempat terbatas melalui tautan berikut:
*https://bit.ly/PGHNAISeri3*

Setiap momen adalah pembelajaran berhargaSemoga kebaikanmu mengalir seperti sungai yang tak pernah kering
04/12/2025

Setiap momen adalah pembelajaran berharga
Semoga kebaikanmu mengalir seperti sungai yang tak pernah kering

CONTINUING EDUCATION LIISIMPOSIUM - WORKSHOPPendidikan Kedokteran Berkelanjutan 52Managing Sick Children in Primary Care...
30/11/2025

CONTINUING EDUCATION LII
SIMPOSIUM - WORKSHOP

Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan 52
Managing Sick Children in Primary Care: Knowing When to Refer - And When not to

29-30 November 2025
Hotel Bumi, Surabaya

Selamat Hari Guru...  untukmu yang merawat mimpi dengan ketulusan
25/11/2025

Selamat Hari Guru...

untukmu yang merawat mimpi dengan ketulusan

Sumber: Setyoboedi B, Prihaningtyas RA, Hadi A, Apriansyah MNA, Sjamsul A. A CASE REPORT OF SUCCESSFUL STEROID TREATMENT...
16/11/2025

Sumber: Setyoboedi B, Prihaningtyas RA, Hadi A, Apriansyah MNA, Sjamsul A. A CASE REPORT OF SUCCESSFUL STEROID TREATMENT IN INFANT WITH EXTRAHEPATIC CHOLESTASIS. Journal of Vocational Health Studies 2025;09:139-145. DOI: 10.20473/jvhs.V9.I2.2025.139-145

Atresia Bilier merupakan penyakit sumbatan pada saluran empedu yang sebagian besar didapat akibat proses keradangan (Inf...
15/11/2025

Atresia Bilier merupakan penyakit sumbatan pada saluran empedu yang sebagian besar didapat akibat proses keradangan (Inflamasi) hingga kerusakan pada saluran empedu (fibro-obliterative dan atretic).

Deteksi dini atresia bilier pada bayi, Cegah kerusakan hati lebih lanjut!

Kolestasis adalah kondisi adanya gangguan aliran empedu yang dapat menyebabkan kerusakan hati jika terlambat dideteksi. ...
14/11/2025

Kolestasis adalah kondisi adanya gangguan aliran empedu yang dapat menyebabkan kerusakan hati jika terlambat dideteksi. Penyebab utama kolestasis pada bayi 3 bulan pertama kehidupan adalah atresia bilier.

Deteksi dini atresia bilier, Cegah kerusakan hati!

Sumber:https://sljm.sljol.info/articles/582/files/6912dfd6717ca.pdf
11/11/2025

Sumber:
https://sljm.sljol.info/articles/582/files/6912dfd6717ca.pdf

Surabaya, 9 November 2025 – dr. Fandaruzzahra Putri Perdani, dr. Nurainy Trias Setyo Putri, dr. Masyithoh Wahyu Diani, d...
11/11/2025

Surabaya, 9 November 2025 – dr. Fandaruzzahra Putri Perdani, dr. Nurainy Trias Setyo Putri, dr. Masyithoh Wahyu Diani, dan dr. Zahra Fadhilazka Tiara, PPDS Sp-1 Ilmu Kesehatan Anak, FK UNAIR – RSUD Dr. Soetomo, Surabaya melakukan sosialisasi kartu warna tinja pada lebih dari 100 orang tua di acara “Gathering Atresia Bilier 2025”. Menurut dr. Fanda, sekaligus menjadi MC pada acara tersebut, pegetahuan terhadap pentingnya pemantauan warna tinja masih belum merata di kalangan masyarakat.

Kuning yang terjadi pada bayi bisa dikategorikan menjadi kuning yang normal (fisiologis) dan kuning yang tidak normal (patologis). Kolestasis adalah kuning yang patologis. Penyebab utama kolestasis pada bayi usia 3 bulan pertama kehidupan adalah atresia bilier. Atresia bilier merupakan penyebab utama transplantasi hati pada anak. Saat ini masih ada tantangan dalam tatalaksana atresia bilier, yaitu rujukan yang terlambat, operasi Kasai yang tidak mampu mengalirkan aliran empedu dengan baik walaupun sudah dilakukan tepat waktu, dan komplikasi seperti kondisi imunosupresan p***a transplantasi hati. Deteksi dini atresia bilier untuk mencegah keterlambatan rujukan atresia bilier adalah hal yang utama yang bisa dilakukan saat ini dengan berbagai keterbatasan yang ada. Keterlambatan rujukan atresia bilier merupakan salah satu penyebab utama tingginya angka kerusakan hati pada atresia bilier.

dr. Masyithoh menjelaskan kartu warna tinja yang dibuat oleh Divisi Hepatologi, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, FK UNAIR – RSUD Dr. Soetomo, Surabaya pada gathering kali ini. Kartu warna tinja terbagi menjadi 3 kategori, yaitu normal, waspada, dan tidak normal. Jika bayi masih tampak kuning pada usia > 2 minggu atau sebelum itu diikuti perubahan warna tinja memudar atau pucat dari sebelumnya (kategori waspada dan tidak normal), maka disarankan pemeriksaan kadar bilirubin direk dan total. Jika kadar bilirubin direk > 1 mg/dL maka disarankan rujukan ke ahli gastrohepatologi anak.

Sumber:
https://fk.unair.ac.id/pentingnya-edukasi-pantau-warna-tinja-pada-bayi-kuning/

Surabaya – Gathering Atresia BIlier 2025 sukses diselenggarakan pada Minggu, 9 November 2025. Acara silaturahmi yang ber...
10/11/2025

Surabaya – Gathering Atresia BIlier 2025 sukses diselenggarakan pada Minggu, 9 November 2025. Acara silaturahmi yang bertajuk “Bersinergi bersama menuju Indonesia bebas atresia bilier” ini, merupakan kolaborasi antara Dr. dr. Bagus Setyoboedi, SpA, Subsp.GH(K), dr. Sjamsul Arief, SpA, MARS, Subsp.GH(K), dr. Rendi Aji Prihaningtyas, M.Ked.Klin, SpA dari Divisi Hepatologi, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, FK UNAIR – RSUD Dr. Soetomo, Surabaya dengan dr. Fransiska Kusumowidagdo, Sp.BA dan dr. Sarwendah Pratiwi Budiman, Sp.BA dari Divisi Bedah Anak, Departemen Ilmu Beda, FK UNAIR – RSUD Dr. Soetomo, Surabaya bersama dengan para keluarga bayi dengan kolestasis.

Edukasi deteksi dini atresia bilier dan kartu warna tinja diharapkan dapat memberi motivasi kepada pada orang tua untuk membantu tenaga kesehatan menyebarkan “jangan anggap remeh bayi kuning, kenali kuning yang tidak normal” di masyarakat agar angka keterlambatan rujukan bayi dengan kolestasis bisa ditekan.

“Dengan sinergi bersama, diharapkan tidak hanya bisa menangani bayi dengan kolestasis, melakukan operasi Kasai pada atresia bilier, melainkan kedepannya kita juga bermimpi untuk bisa melakukan transplantasi hati di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya” ujar dr. Bagus. Dengan kolaborasi bersama saat ini, tentunya kami bertujuan untuk deteksi dini atresia bilier dan mencegah keterlambatan rujukan sehingga menghindarkan bayi dari kebutuhan akan transplantasi hati. “Mencegah lebih baik dari pada mengobati”, slogan ini yang selalu digaungkan oleh Divisi Hepatologi Anak, jelas dr. Bagus disela-sela kegiatan gathering.

Sumber:
https://fk.unair.ac.id/gathering-atresia-bilier-2025-sinergi-bersama-menuju-indonesia-bebas-atresia-bilier/

Address

Surabaya

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when SIPH posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

  • Want your practice to be the top-listed Clinic?

Share

Share on Facebook Share on Twitter Share on LinkedIn
Share on Pinterest Share on Reddit Share via Email
Share on WhatsApp Share on Instagram Share on Telegram