23/03/2026
Senin, 3 Syawal 1447H
23 Maret 2026
⭐*Ruang Berbagi Ilmu International Islamic Medicine Forum (IIMF)*⭐ #54
*WASPADAI, PENYAKIT METABOLIK PASCA LEBARAN*
_Dr. Wahyudi Widada_
~ ~ ~ ~ ~ ~ ~
Selama bulan Ramadhan, tubuh manusia telah mengalami proses adaptasi fisiologis yang signifikan, khususnya pada sistem pencernaan dan metabolisme.
Pola makan yang teratur, pembatasan asupan, serta ritme puasa _(intermiten fasting)_ yang konsisten selama satu bulan berkontribusi pada peningkatan sensitivitas insulin, efisiensi kerja saluran cerna, dan keseimbangan energi. Bahkan dilaporkan meningkatkan _BDNF (Brain Derived Neurotropic Faktor),_ semacam pupuk pertumbuhan jaringan otak _(Alkurd R, et al. Effect of Calorie Restriction and Intermittent Fasting Regimens on Brain-Derived Neurotrophic Factor Levels and Cognitive Function in Humans: A Systematic Review. Medicina (Kaunas). 2024 Jan 22;60(1):191)._
Namun, kondisi ini rentan mengalami disrupsi apabila individu kembali pada pola makan berlebih sebagai bentuk _“balas dendam”_ setelah berakhirnya puasa.
Fenomena konsumsi makanan secara berlebihan, tinggi gula, lemak, dan purin pasca Ramadhan dapat memicu gangguan metabolik. Di antaranya adalah hipertensi akibat asupan natrium berlebih, hiperkolesterolemia karena konsumsi lemak jenuh, hiperglikemia dari tingginya gula sederhana, hiperurisemia akibat makanan tinggi purin, serta peningkatan berat badan (obesitas).
Kondisi ini tidak hanya menurunkan kualitas kesehatan, tetapi juga bertentangan dengan prinsip Islam yang menekankan keseimbangan dan larangan berlebih-lebihan _(israf)._
Makanan dan minuman paling digemari pasca lebaran : segala macam es, gula sintetis, aneka kue manis, krupuk, makanan dengan vietsin tinggi, dll.
Dalam perspektif Thibun Nabawi, menjaga kesehatan merupakan bagian dari amanah menjaga tubuh _(hifz al-nafs)._
Oleh karena itu, diperlukan strategi untuk mempertahankan pola hidup sehat pasca Ramadhan. Salah satu pendekatan yang dianjurkan adalah melaksanakan *puasa Syawal selama enam hari.* Puasa ini tidak hanya memiliki nilai spiritual yang tinggi, tetapi juga memberikan manfaat fisiologis berupa stabilisasi metabolisme dan kontrol nafsu makan.
Se