15/01/2026
Banyak yang mengira bahwa setelah operasi pasang pen pada patah tulang paha, urusan otomatis selesai. Padahal bagi Dek R, remaja 14 tahun asal Ngantru, Kauman, operasi di Solo hanyalah awal perjuangan panjang. Setelah dua kali naik meja operasi karena proses penyambungan tulang yang lambat, tantangan sesungguhnya adalah mengembalikan pola jalan yang sudah pincang dan penuh rasa trauma.
Perlu dipahami bahwa tulang yang tersambung besi tidak otomatis membuat kita bisa berjalan tegak. Saraf dan otot cenderung "lupa" cara menumpu beban dengan seimbang. Di sinilah fisioterapi masuk untuk melatih kembali kemampuan sensorik tubuh atau proprioseptif. Kami melatih Dek R mengontrol postur panggul agar tidak miring, serta memberikan beban tumpuan secara bertahap dan terukur.
Melalui kombinasi latihan di klinik dan program di rumah, Dek R kini mulai belajar melepas kruk satu per satu secara aman. Kami percaya, operasi memang bertugas menyambung tulang, namun fisioterapilah yang melatih fungsinya agar ia bisa kembali melangkah dengan gagah tanpa rasa sakit.