25/11/2014
HAMIL DILUAR KANDUNGAN
Kondisi hamil di luar kandungan atau hamil ektopik terjadi bila hasil pembuahan di saluran telur (tuba falopi) tidak berhasil mencapai rongga rahim, namun tertanam dan berkembang di luar rongga rahim. Kehamilan di luar kandungan dapat terjadi di saluran telur, daerah indung telur (ovarium), daerah leher rahim (serviks), dan lain-lain.
Kehamilan di luar kandungan terjadi akibat gangguan pada fungsi saluran telur dalam menyalurkan hasil pembuahan ke dalam rongga rahim. Bagian dalam dinding saluran telur yang normal dilapisi oleh selaput lendir berambut getar, yang berfungsi mendorong embrio ke dalam rongga rahim dengan cara melakukan gerak peristaltik, seperti yang terjadi di dalam usus.
Namun, fungsi tersebut dapat terganggu bila pernah terjadi infeksi pada saluran, sehingga akibatnya hasil pembuahan tetap berada di saluran telur. Selain karena infeksi, gangguan fungsi saluran telur mungkin terjadi karena adanya proses endometriosis, perlengketan, atau desakan pada saluran telur akibat tumor, dan lain-lain.
Pada awal kehamilan, wanita yang hamil di luar kandungan mengalami gejala dan tanda kehamilan seperti biasa, yaitu terlambat haid, mual, dan tes kehamilan pada urine menunjukkan tanda positif.
Tanda-tanda terjadinya kehamilan di luar kandungan biasanya baru muncul jika kehamilan tersebut sudah pecah (istilah medisnya kehamilan ektopik terganggu):
- flek atau perdarahan dari va**na bisa disertai nyeri perut bawah, bisa juga tanpa nyeri
- nyeri perut bawah, mulai dari ringan sampai berat, tergantung dari jumlah perdarahan yang terjadi akibat pecahnya kantung kehamilan
Jika kehamilan tersebut belum pecah, tidak ada gejala atau tanda spesifik, hanya bisa diketahui melalui serangkaian pemeriksaan termasuk USG.
manurut dokter Spesialis Kandungan dari Klinik Keluarga Bahagia, dr Irawan Sumantri,SpOG "Tidak semua dokter kandungan bisa mendeteksi seberapa jauh kehamilan ektopik. Masalahnya, jika dibiarkan berlarut- larut, kehamilan ektopik bisa diumpamakan sebagai bom waktu di dalam tubuh si ibu. Hal ini bisa terjadi jika tidak ada fasilitas diagnostik yang menunjang,"
Sekitar 60% wanita yang pernah hamil di luar kandungan bisa hamil kembali, 30% lainnya menghindari kehamilan (karena telah cukup anak). Sisanya infertil. Jika masih menghendaki kehamilan, teruslah berkonsultasi dengan dokter yang melakukan tindakan operasi untuk Anda, karena dialah yang paling mengetahui kondisi alat reproduksi Anda. Persalinan selanjutnya dapat berlangsung normal melalui va**na.
jadi sebaiknya dilakukan pemeriksaan ulang lagi.
karena walaupu keinginan mempunyai anak besar dan berharap benar2 hamil
kehamilan entropik berbahaya bagi calon ibu