27/10/2022
10 faktor mengapa mengapa kesembuhan terbantut …
1. krisis keyakinan
hati pasakit masih lagi ragu ragu atau menolak, maka di sana ada krisis keyakinan yang menjadi benteng kuat yang menghijab langit.
Kesalahan lainnya adalah, pasakit "hanya ingin diruqyah" bukan ingin kesembuhan. Akhirnya pasakit hanya menunggu waktu ruqyahnya dan tidak mendengar isi bimbingan dan kata nasihat perawatnya. Dia tidak faham mekanisme kesembuhan dengan ruqyah syariyyah.
Kenapa begitu ? ini adalah kerana :
a. tidak faham siapa yang menyembuhkan, akhirnya pesakit setiasa mengembara mencari "perawat hebat". Padahal ubat terhebat ada didalam dadanya.
b. tidak memahami makna kesembuhan yang sebenarnya. Kebanyakan pasakit mengharapkan kesembuhan jasmani saja tanpa melihat kepada qalbu/ruhani yang menjadi sumber kepada jasad/jasmani.
Jadi pesakit itu di ruqyahkan, ia akan fokuskan kepada sakit yang ditimbulkan syaitan, bukan fokus kepada bacaan yang dibacakan untuk teraphy qalbunya.
Di suatu sudut yang lain , pasakit sudah ingin sembuh tapi belum mau berubah. Padahal Allah tidak hanya ingin menyembuhkan hamba-Nya, namun ingin mengubah kehidupan hambaNya. Akhirnya hamba Allah itu hanya mencari kesembuhan tanpa melakukan apa apa perubahanpun, ia mencari kesembuhan tanpa mencari ridha Allah yang menjadi inti atau sebab kesembuhan utamanya.
2. Pasakit masih dalam lingkaran kesyirikan.
Kadang pasakit tidak tahu bahwa syirik itu ada tingkatan dan jenisnya, mereka hanya tahu syirkul akbar (syirik besar dan nyata semisal melakukan ritual dan berlindung kepada syaitan dengan kekayaan, kesaktian dll) tanpa tahu syirik lain seperti syirku khofin (syirik ketakutan), syirkul mahabbah (syirik kecintaan), syirkut ta'ah (syirik ketaatan), sampai kepada syirku ashgrar (syirik halus/ria) yang membahayakan.
Ini jelas bahaya, bebagai contoh , ia masih mabuk cintakan kepada dunia maka ia sudah masuk kedalam lingkup syirkul mahabbah hingga diajak untuk sedekah saja pelik.
3. Tidak Komitment dengan Jemaah, Al Qur’an dan Sunnah.
Pasakit tidak istiqamah dalam mengikuti jalan sunnah, atau ia masih tertarik dengan gemerlap dunia. Bahkan ia masih bergantung kepada doktor atau selain daripada Qur'an dan Sunnah.
4. Mengeluh dan Berputus Asa dari rahmat Allah azza wa jalla.
Ibnu Qayyim Al Jauziyyah mengatakan, bahwa “Putus asa itu lebih jelek daripada kematian! Jika kematian hanya memisahkan jasad dengan ruh, maka putus asa memisahkan antara ruh kita dengan Allah azza wa jalla”.
Allah SWT berfirman:"Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir".(Yusuf: 87).
5. Pasakit tidak mau memperbaiki keadaan hatinya.
Pasakit masih enggan bersilaturahim yang menjadi penyebab terbesar timbulnya kedengkian. Apalagi perbuatan durhaka kepada kedua orang tua dan saudara sendiri. Bahkan Allah menyiifatkan orang yang berbuat durhaka kepada kedua orang tuanya sebagai orang yang jabbaar syaqiy 'orang yang sombong lagi celaka'.
Tentang hal ini Allah SWT berfirman: "Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka". (Maryam: 32).
6. Tidak mau bertaubat dan merasa aman dari dosa.
Taubat adalah menyesal, namun seorang manusia tidak akan pernah bertaubat sehingga ia mengerti kesalahannya sendiri.
Dengan merasa aman dari ancaman Allah, secara tidak langsung kita meremehkan Allah Subhannahu wa Ta’ala, dan selanjutnya kita akan enggan bertaubat dan terus melakukan dosa. Padahal dengan menjalani kehidupan, hakikatnya kita sedang berjalan menuju kematian. Naudzubillah..
7. Tidak Kenal Musuh Sendiri.
Karena lemah pengentahuan , pasakit tidak tahu persis siapa musuhnya sendiri. Ia tidak tahu tipu daya iblis dan sejauh mana kesannya kepada anak Adam.
8. Masih selesa bersahabat dengan syaitan.
Termasuk dalam hal ini, manusia masih selesa jadi pengikut syaitan tanpa rasa ingin untuk bangkit menyerang dan memusuhinya ( walaupun mulutnya sentiasa mengatakan ia musuh syaitan tetapi perbuatannya didak mengambarkan ia memusuhi syaitan ).
9. Tidak kenal dengan Ruqyah Mandiri.
Ini salah satu kesalahan terbesar pasakit ,meskipun sentiasa di ruqyahkan namun mereka tidak kunjung bebas dari sihir gangguan , ia menggantungkan dirinya kepada peruqyah lain. Selain merupakan kesyirikan gaya baru, pasien menunjukkan kelemahan dan kemalasannya untuk melawan dan menghancurkan pengaruh syaitan dalam dirinya.
10. Tidak Memiliki Benteng Ghaib.
Salah satu tugas perawat adalah ikhtiar untuk mengeluarkan jin atau memutus belenggu sihir dalam diri pasakit. Adappun kembalinya jin ke dalam tubuh pesakit setelah keluar adalah tugas pesakit.
Kesalahan ke 10 adalah, paesakit tidak punya amalan yang akan membentenginya dari syaitan atau amalan sunnah yang akan membentengi hatinya dari bisikan syaitan.
Untuk membangun benteng ghaib, selain menegapkan amalan wajib dan amalan sunnah. Pesakit harus mau menghindari dosa-dosa besar yang nenghalangi turunya Rahmat Allah dalam Proses penyembuhan dengan Ruqyah Syar’iyyah.
- Menjaga keikhlasan dalam setiap keadaan .
Iblis sudah bersumpah untuk menjerumuskan seluruh manusia, kecuali orang mukhlisin (orang ikhlas). Ikhlas merupakan benteng yang tidak akan pernah bisa ditembus iblis.Cuba lihat kembali surah al Hijr ayat 39-40.
- Selalu memohon perlindungan Allah .
Menempatkan Allah dihati sebagai tempat bergantung dan berlindung dimanapun berada.
- Tadabbur Al Qur’an
Menghiasi dan menghidupkan rumah dan jiwaraga kita dengan alQur’an. Setidaknya membaca 10 Ayat Albaqarah (1-4, 255-257, 284-286), al Falaq dan An Naas selepas Maghrib.
- Menghindari zina, riba dan dosa-dosa besar lain.
- memakan riba
Tentang hal ini Allah SWT berfirman: "Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila". (Al Baqarah: 275)
- Dhawamul wudhu, bangun Qiyamullail, menjaga pandangan, lisan, perut, kemaluan, tangan dll
- Berdoa ketika keluar rumah, masuk masjid, masuk bilik mandi dan ketika mau tidur.
- Membaca Dzikir “Lailaaha illallahu, wahdahu laa syariikalahu, lahulmulku walahul hamdu, wahua ‘ala kulli saiyiing qadiir” 100 kali selepas subuh.
- Ambil wudhu dan baca Ayat Kursi sebelum tidur.
https://www.facebook.com/PusatRawatanDarussinad